Mengapa kritik seni indonesia kurang berkembang, bahkan sering di pertanyakan, mengapa perguruan tinggi seni tidak melahirkan kritikus. Pertanyaan ini tentunya perlu didahului dengan pertanyaan internal tentang siapa kita; seniman dan masyarakat menerima karya kritik sebagai suatu wahana pemahaman dan perluasan penikmatan karya seni. Mampuhkah kita menyamakan presepsi tentang wacana kritik yang sedang berkembang, yang kemudian berhadapan dengan budaya kritik......
Mungkinkah pertanyaan itu juga kritik? |